BAGAIMANA MENGUPAYAKAN REVOLUSI DAMAI ?



Permasalahan bangsa ini sejatinya bersumber dari permasalahan Dewan Legislatif, maka tidak mungkin bangsa ini bisa keluar dari permasalahan bangsa tanpa mereformasi Dewan Legislatifnya. Dan suatu hal yang mustahil, Dewan Legislatif disuruh/dihimbau untuk  mereformasi dirinya sendiri. Apalagi jelas sudah, Pemilu mendatang tak bisa diharapkan menghasilkan anggota legislatif yang memiliki komitmen menyejahterahkan bangsa Indonesia, karena:

1) Konsep legislasinya salah, sehingga semua orang berani mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Konsep legislatif selama ini: jadi anggota legislatif itu cuma plesiran ke luar    negeri,  koor setuju atau tidak setuju,  duduk, dan duit. Bukan: berpikir cermat untuk merumuskan    aturan-aturan  yang terbaik bagi bangsa Indonesia sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa    sejahtera. Karena itu siapapun asal punya duit banyak, berani mencalonkan diri menjadi anggota    Dewan Legislatif.

2) Sistem rekrutmen tidak berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan, tetapi lebih mengarah ke duit,    untuk partai maupun untuk "membeli" suara rakyat.

3) Calonnya banyak anggota lama yang kinerjanya sudah kelihatan buruknya.

4) Calon baru tak ada jaminan akan berkinerja baik, sebab sistemnya yang memang salah.  Sebaliknya potensi tertular perilaku buruk anggota lama justru jauh lebih besar.

Pertanyaannya: 
Apakah kaum intelektual bangsa ini hanya bersikap diam atau tak peduli? Bukankah Tuhan hanya mau mengubah nasib suatu bangsa kalau memang masyarakatnya itu yang  mau berubah? Kalau tidak ada yang peduli, siapa yang salah…?

Namun juga merupakan hal yang sangat buruk, kalau sampai rakyat yang terpinggirkan ini  tak kuat menanggung beban hidup yang sudah terlalu berat, sehingga mereka kemudian memilih jalan “revolusi sampai mati”. Yang akan rugi, jelas kita semua !

Untuk itu, agar hal yang tidak diharapkan ini bisa dihindari, ayo para intelektual bangsa Indonesia bangkitlah…! Kita lakukan perbaikan bersama dengan cara:

1.    Sosialisasi kepada rakyat Indonesia tentang adanya konsep pemikiran Negara Indonesia Sejahtera, dimana dalam konsep ini benar-benar bisa membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya bisa lebih baik , karena adanya pemikiran Jaminan Sosial Nasional: jaminan asuransi kesehatan, jaminan pendidikan sampai SLTA, jaminan hari tua, dll. Walaupun mungkin nilai kesejahteraannya itu masih sedikit, namun ini merupakan batu loncatan bagi pemimpin berikutnya untuk terus meningkatkan bentuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

2.    Upaya penyadaran kepada masyarakat Indonesia, bahwa semua bangsa itu awalnya dari bangsa yang miskin dan bodoh. Karena itu tidak ada alasan untuk menyalahkan kemiskinan dan kebodohan bangsa ini.

3.    Menyadarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa rusaknya bangsa Indonesia ini, karena sistem manajemen bangsa Indonesia yang salah, yaitu menerapkan konsep manajemen yang tidak-adil, antara lain: memisahkan urusan swasta dengan urusan pemerintah, memperhatikan kesejahteraan seumur hidup hanya pada pekerja pemerintah, tidak adanya sistem penggajian nasional yang adil, tuntutan pertanggung-jawaban kerja yang tidak sama, dll. Yang akibat semua ini adalah terjadinya kecemburuan dan  kesenjangan sosial.

4.    Menyadarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kalau kondisi bangsa ini dibiarkan terus berlarut-larut, maka yang terjadi  adalah kerusakan moral bangsa Indonesia yang semakin parah: kemunafikan, keserakahan, kekejian, narkoba, tindak asusila, dll. Atau dengan kata lain hilangnya rasa nyaman hidup di negara yang namanya Indonesia, dan anak bangsa ini akan dilanda  STRES NASIONAL, yaitu hidup penuh dengan tekanan. Baik pejabat maupun rakyatnya.

5.    Menyadarkan kepada  para pekerja negara, jangan merasa bahwa nasibnya pasti aman, karena seumur hidup sudah ditanggung oleh negara. Sekarang ini, keuangan negara terus mengalami devisit. Devisit APBN, devisit perdagangan, devisit neraca pembayaran. Dan beban defisit itu biasanya dikenakan pada pengusaha, rakyat dan hutang. Pekerja pemerintah  tak pernah merasakan kesulitan ini, karena hampir setiap tahun gajinya dinaikkan terus. Kalau kemudian pengusahanya banyak yang bangkrut, apalagi 2015 ini ternyata para pengusaha Indonesia banyak yang tidak siap dengan gagasan pemerintah untuk membentuk pasar bebas ASEAN. Uang darimana untuk bisa terus menggaji pekerja pemerintah ? Apalagi  informasi terbaru: bahwa target pemasukan pajak tidak tercapai, APBNP 2013 untuk  kelembagaan/kementrian diusulkan dipotong 24,6 T. Masihkah tidak peduli ?

6.   Menyadarkan kepada kaum intelektual di Perguruan Tinggi, jangan karena merasa gajinya sudah tinggi,  kemudian daya kritisnya hilang dan mencari posisi aman.   Negara ini setiap saat nasibnya terancam, kalau kaum intelektual memilih “bungkam”, jangan menyesal (ikut bertanggung-jawab) kalau kemudian apa yang terjadi di negara-negara Arab dan Mesir merembet ke negara Indonesia.

7.    Menyadarkan kepada mereka yang saat ini sedang menikmati  “keserakahan hidup” , bahwa apa yang sedang dilakukan itu pasti akan mendapat balasan yang setimpal. Hanya tinggal menunggu waktu saja, kapan akan terjadi ? Pada saat kehidupan ini, sehingga bisa disaksikan oleh keluarga dan masyarakat. Atau sesudah proses kematian, yang penderitaannya  hanya bisa Anda rasakan sendiri.

8.    Menyadarkan kepada semua anak bangsa, bahwa apa yang terjadi ini sebenarnya bukan kesalahan eksekutif semata, tetapi  sumbernya justru sebagian besar karena kesalahannya legislatif.  Karena Legislatiflah yang bertugas  membuat tata-aturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau legislatifnya banyak yang korup, kualitasnya buruk. Artinya  tata-aturan berbangsa dan bernegara ini akan terus  bermasalah, maka siapapun presidennya, akan terjebak pada situasi yang sama. Janji manis dilupakan semua !
Karena itu kalau ingin bangsa Indonesia berubah menjadi lebih baik,  maka Dewan Legislatifnya  harus direformasi total terlebih dahulu. Yang boleh dipilih menjadi anggota Dewan Legislatif haruslah  anak-anak  bangsa yang  benar-benar kompeten.

9.    Menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, untuk mau mengambil tanggung-jawab mulia, yaitu: menyelamatkan bangsa Indonesia  dengan cara:

a.    Menunda pelaksanaan Pemilu, dan ini juga harus didukung oleh rakyat. Apalah artinya Pemilu kalau hanya menghasilkan penyelenggara negara yang hanya menyusahkan rakyat. Karena itu pelaksanaannya lebih baik ditunda, tetapi benar-benar bisa menghasilkan anggota legislatif yang lebih baik.

b.    Membentuk Badan Usaha Persiapan  Indonesia Sejahtera (BUPIS) dengan anggota yang benar-benar memiliki komitmen  ingin menyejahterahkan bangsa Indonesia. Tugasnya mengkaji konsep pemikiran Indonesia sejahtera yang diusulkan ini,  untuk selanjutnya disempurnakan  dan kemudian ditetapkan sebagai landasan kerja berbangsa dan bernegara Indonesia yang baru. Konsep yang dikaji,  yaitu:
- Konsep Konstitusi Negara Indonesia
- Konsep UUD Negara Indonesia Sejahtera
- Konsep UUT Pemilu yang berkualitas
- Konsep UUT Kesejahteraan Nasional yang berkeadilan
- Konsep UUT Penggajian Nasional yang berkeadilan,
- Konsep UUT  APBN yang proporsional: berorientasi pada devisa negara    dan     kesejahteraan rakyat Indonesia yang berkeadilan, dll.

Catatan: 
  Untuk UUT-nya masih dalam proses gagasan   (alangkah  senangnya kalau bisa berbagi ).

c.    Kalau konsep tersebut sudah bisa diterima rakyat Indonesia, maka Presiden bisa membuat dekrit Presiden.

d.    Melaksanakan Pemilu dengan dasar hukum UUT Pemilu yang berkualitas dan semangat yang baru.

Dengan cara tersebut diharapkan, negara ini benar-benar bisa bangkit kembali. Tidak hanya teriak: bangkit…, bangkit…, bangkit…, tetapi tidak tahu harus berbuat apa, karena konsepnya juga tidak punya.
Jadi harus ada energi dan semangat yang baru untuk bisa memperbaiki kondisi bangsa Indonesia !


Siapa yang dipilih untuk menjadi anggota Badan Usaha Persiapan Indonesia Sejahtera ?

Konsep rancangan Konstitusi dan Rancangan Pemikiran Indonesia Sejahtera ini didasarkan atas pemikiran terhadap kebutuhan bangsa Indonesia. Disamping itu juga diinspirasi oleh ide-ide yang pernah disampaikan teman-teman  yang masih memiliki konsep pemikiran idealis yang diketahui penulis dari televisi. Mereka yang idenya sejalan dengan penulis maupun yang menginspirasi isi konsep rancangan ini, antara lain:

.
.
.


Karena itu penulis usulkan, mereka yang menjadi anggota Badan Usaha Persiapan Indonesia Sejahtera nantinya, diantaranya mereka  itu. Yang menurut hemat penulis, mereka  adalah anak-anak bangsa yang memiliki kapasitas untuk menjadi  pemikir bangsa menuju Indonesia yang lebih baik. Hanya saja, harus ada pihak yang bisa mempersatukan gagasan-gagasan pemikiran mereka, sehingga tidak sekedar menjadi gagasan yang tercerai -berai tak bermakna atau hanya sekedar menjadi wacana terus.
Ingat, Indonesia bisa terlahir juga berkat bersatunya konsep pemikiran para tokoh-tokoh bangsa saat itu, dan adanya kesadaran untuk mengeliminasi kepentingan kelompok masing-masing.  
Jadi, agar Indonesia bisa menjadi negara yang sejahtera dan semakin maju, maka kita semua penggagas Indonesia yang lebih baik ini, juga harus bersatu dahulu dengan cara mengeliminasi kepentingan kita  masing-masing. Sebab menata dan mengelola bangsa Indonesia ini tak mungkin bisa dilakukan sendirian. 


..

Penutup

Dengan upaya perubahan bangsa Indonesia yang fundamental namun terkonsep dengan jelas, diharapkan tidak akan menimbulkan gejolak yang bisa meresahkan masyarakat Indonesia, dan bisa mencegah provokasi yang tidak bertanggung-jawab. Sebaliknya justru semakin kompak untuk segera mereformasi ketata-negaraan bangsa Indonesia yang memang bermasalah ini.



 
NB: Usulan nama-nama tersebut murni sesuai dengan pengetahuan penulis. Kalau ada yang tidak berkenan, silahkan memberi masukan. Juga, mohon maaf kalau terjadi kesalahan penulisan nama.